Kejadian itu terus menghantui pikiran Nara. Perlakuan ayahnya kepada sang ibu di masa lalu membuatnya trauma. Meski kini usianya sudah menginjak kepala tiga, ia masih sulit menerima keberadaan laki-laki di hatinya. Tawaran menikah yang datang berkali-kali pun ditampiknya dengan bermacam alasan. Namun, sekeras apa pun hati, akhirnya Nara menyadari kesalahannya. Ia pun berdamai dengan masa laluny…