Text
MENANTI PAGI : MENYAMBUTMU DENGAN KETAATAN DAN KESABARAN
Kejadian itu terus menghantui pikiran Nara. Perlakuan ayahnya kepada sang ibu di masa lalu membuatnya trauma. Meski kini usianya sudah menginjak kepala tiga, ia masih sulit menerima keberadaan laki-laki di hatinya. Tawaran menikah yang datang berkali-kali pun ditampiknya dengan bermacam alasan. Namun, sekeras apa pun hati, akhirnya Nara menyadari kesalahannya. Ia pun berdamai dengan masa lalunya. Ia maafkan ayahnya dan mulai berikhtiar menyambut jodohnya. Namun, rupanya ikhtiar itu tidak semudah yang ia bayangkan. Berulang kali ia berusaha, sesering itu pula ia temui kegagalan. Pertemuannya dengan Arka dan Wibi seakan pagi hari yang memberikan sejuta harapan. Namun, nyatanya harapan itu bak embun yang menguap sebatas angan. Untungnya masih ada Ibu, Ai, dan Bintang yang terus memberikan motivasi, menguatkan hatinya untuk terus berjuang dalam ketaatan dan kesabaran. Lantas, apa lagi ikhtiar yang dilakukan oleh Nara setelah kegagalan-kegagalan yang ia temui? Akankah jodoh itu datang menghampirinya?
Tidak tersedia versi lain